VP seen doing `political silaturahmi'JAKARTA (JP): Vice President Jusuf Kalla paid visits to former presidents Abdurrahman "Gus Dur" Wahid and Megawati Soekarnoputri separately to wish Eid greetings but the move in seen in political circles as part of his maneuvres ahead of the 2009 elections.
With Kalla expected to break ranks from President Susilo Bambang Yudhoyono, political pundits say any move by either man would now be seen in the 2009 election context.
Both Megawati and Abdurrahman have already staked their claim for the nominations from their respective parties, the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) and the Nation Awakening Party (PKB). Jusuf and Yudhoyono respectively lead the Golkar and the Democrat Party.
Soon after arriving at Gus Dur's home, Kalla was greeted by his daughter ,Yenny Wahid, at the front veranda and ushered into the living room where the former president was waiting, Antara reported.
After embracing each other warmly and shaking hands, Kalla and Gus Dur sat side by side and held a friendly conversation with Gus Dur typically now and then interrupting the talk with his jokes.
After the meeting, Yenny Wahid said the two figures talked about light and simple matters and they did not touch on any political issues at all.
"They only talked about light things, not about political matters," Yenny said, adding that in the 15-minute meeting the vice president talked about the tradition of traveling to home towns for Idl Fitri, food and long past events.
Earlier in the day, Kalla and his wife Mufidah Kalla paid a similar call on former president Megawati Soekarnoputri at the latter's residence on Jalan Teuku Umar in the posh Menteng area in Central Jakarta.
Kalla arrived at the Indonesian Democratic Party of Struggle (PDIP) leader's house at 1 p.m. and had a conversation with her for 15 minutes.
"A leader should remain friendly both in office and no longer in office," Kalla said at the meeting with Megawati.
According to the vice president, his first-ever visit to Megawati's residence on Jalan Teuku Umar was a lesson for Indonesian people not to harbor any feelings of vengeance over past events.
Meanwhile, PDIP Secretary General Pramono Anung said Kalla's visit was an impromptu one and had happened at Kalla's initiative.
Pramono said the meeting between the two figures could be an effort to strengthen ties between PDIP and Golkar, Kalla's political vehicle.
VP visits nine provincesJAKARTA (JP): Vice President Jusuf Kalla began Sunday his one-week trip to nine provinces to meet local leaders during the Idul Fitri festivity.
Kalla's nine destinations are his home province of South Sulawesi, Southeast Sulawesi, Central Sulawesi, North Sulawesi, Gorontalo, Lampung, South Sumatra, Bengkulu and West Sumatra.
He flew Sunday afternoon from Halim Perdanakusumah airport, Jakarta to Makassar, South Sulawesi, where he is scheduled to gather with his family members and relatives on Sunday night. (***)
Senin, 15 Oktober 2007Wapres Memulai dari MegawatiRibuan Orang Bersalaman dengan Presiden di Istana NegaraJakarta, Kompas - Usai acara silaturahmi di kediaman dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta, Sabtu (13/10), sekitar pukul 13.00, Wakil Presiden Jusuf Kalla secara mendadak menemui mantan Presiden Megawati Soekarnoputri di kediaman pribadinya di Jalan Teuku Umar, Jakarta.
Setelah itu Wapres mengadakan serentetan kunjungan silaturahmi ke sejumlah tokoh nasional di Jakarta sampai hari Minggu (14/10). Yang dikunjungi Wapres pada hari pertama Idul Fitri antara lain adalah mantan Presiden BJ Habibie dan mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Pada hari kedua Idul Fitri Wapres, yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golongan Karya itu, mendatangi mantan Wapres Try Sutrisno, mantan Presiden Soeharto, mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung, mantan Wapres Hamzah Haz, Ketua Mahkamah Agung Bagir Manan, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimmly Asshiddiqie, dan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Hari Minggu kemarin, usai mengadakan silaturahmi maraton, Wapres terbang ke Makassar untuk melakukan kunjungan ke sembilan provinsi di luar Jawa.
Ketika datang ke rumah Megawati, Wapres ditemani istrinya, Ny Mufida. Mereka disambut Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Pramono Anung di pintu gerbang rumah. Saat memasuki rumah, Wapres Kalla disambut sejumlah kader PDI-P. "Hidup Mega Kalla, hidup Mega Kalla," seru mereka.
Di dalam rumah, Wapres dan istri disambut dan disalami oleh Megawati yang saat itu mengenakan kebaya berwarna coklat. Kalla mengucapkan selamat Idul Fitri dan Megawati menjawab, "Samasama, Pak."
Selanjutnya, Megawati, yang diikuti Ny Mufida dan Taufik Kiemas, mengajak Wapres Kalla masuk ke rumahnya dan menuju ruang tamu. Puan Maharani, putri Megawati dan Taufik Kiemas, juga ikut bergabung menemui Wapres dan Ny Mufida Kalla di meja bundar dalam rumah. Muchlis, petugas penghubung Wapres, juga ikut menemani Wapres di rumah Megawati itu.
Setelah tiga tahun pemerintahan dan tiga kali berhari raya Idul Fitri sejak 2004, baru kali ini Kalla dapat bersilaturahmi dengan Megawati. Saat Idul Fitri 2006 Kalla mengaku sudah berupaya mendatangi Megawati, tetapi gagal karena Megawati pergi ke luar kota.
Ketika datang ke rumah mantan Presiden Soeharto di Jalan Cendana, Jakarta, Wapres dan Ny Mufida Kalla disambut dua putri Soeharto, yakni Titiek dan Mamiek.
Selain Ny Mufida, saat berkeliling untuk bersilaturahmi, Kalla didampingi Wakil Ketua MPR Aksa Mahmud.
Dari Jalan Cendana, Wapres pergi ke rumah Akbar Tandjung. Menjawab pertanyaan setelah berkunjung ke rumah mantan Ketua DPR itu, Kalla mengatakan, rentetan silaturahmi ini untuk persiapan karena suatu saat dirinya juga akan menjadi bekas pemimpin.
Kalla mengemukakan, para mantan pemimpin yang dikunjunginya menerima dengan positif kedatangannya meskipun sebelumnya berseberangan dan bersitegang, seperti dengan Megawati, Gus Dur, dan terakhir Akbar.
Seusai bertemu Kalla, Akbar mengungkapkan, pandangannya terhadap Golkar secara prinsipiil tak ada yang berubah, khususnya yang berkaitan dengan upaya pembangunan kelembagaan partai di tengah perubahan-perubahan dan kompetisi yang makin keras.
Mengomentari "silaturahmi politik" Kalla, Akbar menilainya sebagai tradisi yang baik dalam upaya menghormati pemimpin- pemimpin bangsa di masa lalu meski para pemimpin itu berbeda aliran politik atau prinsip.
Menjawab pertanyaan wartawan, Kalla mengatakan, untuk bersilaturahmi dengan para mantan pemimpin nasional itu, ia mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Yudhoyono. "Presiden selalu menitipkan salam," ujarnya.
Sebelum bersilaturahmi politik, seusai shalat Id di Masjid Istiqlal, Kalla bersama keluarga besarnya mendatangi rumah dinas Presiden Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta.
Pada hari pertama Idul Fitri, ribuan warga dari Jakarta dan daerah sekitarnya berbondong-bondong memberi selamat hari raya kepada Presiden dan keluarga, baik di Istana Negara maupun di Cikeas.
Di 9 provinsi
Kemarin sore Wapres memulai kunjungan kerjanya selama sepekan ke sembilan provinsi di wilayah timur Indonesia dan wilayah barat Indonesia.
Selain dijadwalkan akan mengadakan pertemuan dan silaturahmi dengan warga, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) berkaitan dengan Idul Fitri, Kalla juga akan melakukan sejumlah pertemuan internal dengan jajaran Partai Golkar. Semua provinsi di Sulawesi dan Sumatera akan dikunjungi Wapres.
Pada hari ketiga Wapres Jusuf Kalla dan Ny Mufida Kalla dijadwalkan terbang menuju Kendari (Sulawesi Tenggara) dan Palu (Sulawesi Tengah) untuk bersilaturahmi dengan warga, tokoh masyarakat, pemuka agama, dan pimpinan muspida setempat. Selanjutnya, Wapres terbang dan bermalam di Kota Manado, Sulawesi Utara. (INU/HAR)
Koran Tempo, Senin, 15 Oktober 2007 http://www.korantem po.com/korantemp o/2007/10/ 15/headline/ krn,20071015, 12.id.html
HeadlineSafari Lebaran KallaPresiden Yudhoyono memilih open house saja.JAKARTA - Dalam tempo dua hari sejak usai salat Id dan menggelar open house di kediamannya di Jakarta pada Sabtu lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla aktif berkeliling mengunjungi para mantan presiden. Dia juga menemui mantan ketua umum Partai Golkar Akbar Tandjung.
Berbeda dengan Wakil Presiden, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak dijadwalkan melakukan silaturahmi keliling menemui para tokoh. Setelah salat Id di Masjid Istiqlal dan sungkem kepada ibundanya, Sabtu lalu Presiden menggelar acara rutin dengan membuka pintu Istana bagi masyarakat yang hendak bersilaturahmi.
Acara open house itu kembali dilanjutkan kemarin di kediaman pribadi Presiden di Puri Cikeas Indah, Bogor. Antusiasme masyarakat terlihat dari antrean panjang para tamu yang datang tak hanya dari sekitar kediaman Presiden itu.
Abdul Kadir, 48 tahun, misalnya, berasal dari Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Ia bersama dua anaknya rela antre lebih dari 20 menit demi bisa berjabat tangan dengan Presiden. "Tahun lalu saya juga silaturahmi dengan Presiden," katanya. Hingga pukul 11.30 WIB, petugas keamanan sudah melakukan tiga kali buka-tutup portal yang dijaga ketat belasan polisi itu.
Acara "safari" Kalla pada Sabtu lalu dimulai setelah bersilaturahmi dengan Presiden di Istana dan membuka kediaman resminya di Jalan Diponegoro bagi kunjungan para pejabat, duta besar, perwakilan asing, dan masyarakat.
Setelah itu, sekitar pukul 13.00, ia mendatangi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar. Kedatangannya ini disambut tepuk tangan meriah dan sorakan "Hidup Jusuf Kalla!" dan "Hidup Mega-Jusuf!" dari massa yang ada di kediaman Mega.
Kalla meninggalkan rumah mantan presiden itu sekitar 15 menit kemudian, diantar suami Megawati, Taufiq Kiemas, dan Sekretaris Jenderal PDIP Pramono Anung.
Pramono mengatakan kedatangan Kalla sebatas silaturahmi hari raya Idul Fitri. Ia juga mengatakan kedatangan itu sangat mendadak dan atas inisiatif Kalla. "Juga untuk mempererat hubungan Golkar dengan PDIP, tapi bukan untuk koalisi calon presiden dan wakil presiden. Kami belum sampai ke situ," katanya.
Malam harinya, Kalla melanjutkan kunjungannya dengan menemui mantan presiden Abdurrahman Wahid di Ciganjur. "Hanya silaturahmi dan bercanda-canda, " kata Zannuba Arifah Chafsoh, putri Abdurrahman, seusai pertemuan yang hanya berlangsung sekitar 20 menit itu. "Tidak ada pembicaraan politik."
Wartawan yang mencoba mencegat Kalla seusai pertemuan tidak berhasil mendapat keterangan apa pun darinya. "Beliau sudah ditunggu Pak Habibie," kata seorang pengawal. Si pengawal juga mengatakan ada kemungkinan, dari kediaman Habibie, Kalla akan mendatangi mantan wakil presiden Hamzah Haz.
Kunjungan keliling Kalla masih berlanjut hingga kemarin. Pagi hari ia datang ke kediaman mantan wakil presiden Try Sutrisno. Dari situ, Kalla menuju kediaman mantan presiden Soeharto di Jalan Cendana.
Setelah itu, Kalla meluncur menuju kediaman mantan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akbar mengungkapkan pertemuan selama 30 menit itu adalah silaturahmi sebagai kunjungan balasan Kalla terhadap Akbar, yang pernah mengunjunginya dalam acara buka puasa beberapa waktu lalu.
"Pembicaraan tadi yang ringan-ringan saja," kata Akbar. "Tidak ada pembicaraan khusus tentang konvensi Golkar ataupun persiapan 2009."
TIM TEMPO
koran