| Start: | Jul 10, '07 |
| End: | Jul 14, '07 |
| Location: | Sidomulyo-Kricak Kidul |
BERBAGI KEPANIKAN:
MARI MERAYAKAN PINGGIRAN SUNGAI
Sidomulyo-Kricak Kidul, 10 – 14 Juli 2007
Mengapa merayakan pinggiran sungai? Sebab sebagian
peradaban manusia bermula darinya. Mesir Kuno, Jawa
Kuno, Sriwijaya,…Pajajaran ; atau peradaban yang lebih
sederhana dan kontemporer: Ledok Gondolayu, sewilayah
pemukiman di pinggiran Sungai Code yang tidak hanya
memberi gambaran tentang bagaimana “bertahan hidup”,
“bersiasat”, namun juga “mencipta”. Pinggiran sungai
adalah belantara ilmu pengetahuan dan laboratorium
sosial. Kita baru menggali sebagian kecilnya, bahkan
mungkin menganggapnya “tidak ada”. Dalam semesta
pembicaraan perkembangan kota-kota di Indonesia, kami
berprasangka (dan hampir sulit digoyahkan) bahwa
pinggiran sungai merupakan salah satu “model masa
depan perkotaan di Indonesia”. Darinya kita
mendapatkan dan mengalirkan air; Darinya kita
mendapatkan hunian murah; Darinya kita mendapatkan
persaudaraan dan kemudahan hutang-piutang;… ; Darinya
juga kita mendapatkan barang-barang murah alias second
hand-an. Bagi negeri yang terlalu banyak koruptor dan
beban hutang yang terlalu berat seperti Indonesia,
tentu hitung-hitungan realistis semacam ini masuk
akal.
Yayasan Pondok Rakyat, sejak 5 tahun lalu (setelah
berkarya nyata di pinggir Sungai Code tahun 1980-an)
mulai berkarya nyata di 4 kampung pinggir sungai di
Yogyakarta, yaitu: kampung Tungkak, Kampung Badran,
Kampung Sidomulyo, dan Kampung Kricak. Satu setengah
tahun lalu, bersama teman-teman muda kampung, kami
membuat peristiwa bersama, gerakan menemukenali dan
pemunculan identitas melalui pelbagai penelitian,
diskusi, serta pementasan. Pada saat itu, tujuan
utama kami hanyalah memerkuat jejaring antar kampung
pinggiran sambil menikmati “pil pahit kebijakan
perkotaan”. Saat itu, meski di kampung-kampung kami
“cukup aman” (untuk sementara), dari kotak ajaib masih
saja terlihat gambar-gambar penggeseran paksa (baca:
penggusuran) oleh aparatur negara. Kami tentu tak
boleh berhe-ha-he- he melihat “yang lain” bersusah
payah. Sebab siapa tahu, hari esok, merupakan giliran
kami?
“Festival kampung # 2: Celebrating Riverbank” yang
akan berpuncak pada tanggal 10-14 Juli 2007 masih
ditingkahi oleh semangat serupa. Pada kesempatan ini,
bersama teman-teman kampung, Yayasan Pondok Rakyat
mengundang keterlibatan banyak pihak: Jogja Mural
Forum (JMF), Kelas Sosiologi Perkotaan UAJY, Jurusan
Arsitektur UII, BIBLIO (Komunitas Perpustakaan
Alternatif), Departemen Arsitektur dan Urban Desain
Universitas Melbourne Australia, Papermoon, dan
berbagai orang dan pihak. Kepada mereka, kami tidak
hanya berdiskusi, bekerja bersama, tetapi juga membagi
ketertarikan dan kepanikan: MERAYAKAN PINGGIRAN
SUNGAI!
Kami mengundang Anda untuk hadir dalam setiap acara
Festival Kampung sebagai berikut:Agenda ACARA
1. PEMBUKAAN
Acara pembukaan Festival Kampung 2 akan dilakukan
secara simbolis dengan potong tumpeng. Selain warga
kampung, akan hadir pula beberapa aktor perkotaan,
seperti aparat pemerintah (Camat, Bappeda Kota
Yogyakarta,dsb) . Juga sebagai ajang kulonuwun bagi
para mahasiswa Melbourne University yang akan live in
dan berkarya di Kampung Sidomulyo dan Kricak Kidul.
Waktu : 10 Juli 2007, jam 19.30 BBWI,
Lokasi : Jembatan Mbah Kawit
2. STUDIO EMPAT MELUKIS KAMPUNG (Kolaborasi dari
Universitas Melbourne, UII, Jogja Mural Forum, dan
warga kampung)
Ada tim kolaborasi dari Universitas Islam Indonesia,
Universitas Melbourne, dan teman-teman pelukis kampung
bersama dengan Jogja Mural Forum bekerja di bengkel
kerja STUDIO EMPAT membuat estetika kampung untuk
menambah semarak suasana kampung.
Waktu : 10-14 Juli 2007, jam 10.00-16.00 BBWI (setiap
hari),
Lokasi : Balai Warga 4 Sidomulyo
3. STUDIO ARGAMA (Bengkel Kerja Konsultasi Bangunan
Komunitas bersama arsitek-arsitek Melbourne University
dan UII Yogyakarta)
Bengkel kerja konsultasi bangunan komunitas bersama
arsitek-arsitek Melbourne dan UII Yogyakarta.
Waktu : 10-14 Juli 2007, jam 10.00-16.00 BBWI (setiap
hari)
Lokasi : Balai Warga RT.35 ARGAMA, Kricak Kidul
4. STUDIO TPA (Bengkel Kerja Pemetaan Kampung)
Bengkel kerja pemetaan kampung.
Waktu : 10-14 Juli 2007, jam 10.00-16.00 BBWI (setiap
hari)
Lokasi : TPA Sidomulyo
5. PAMERAN FOTO dan HASIL KREASI KAMPUNGAN
Ada cerita mengenai orang-orang, benda-benda, dan
aktivitas yang sempat terekam bidikan kamera. Demikian
juga, ada cerita mengenai hasil-hasil belajar anak
muda yang mengandung segudang cerita meski sedikit di
luar kebiasaan kampungan. Semua bisa dinikmati di
GALERI LEDHOK 35. Ini merupakan awal bagi kampung
untuk menyebut diri. Melihat keseharian, melihat
kenyataan dan dari hasil kenyataan itulah kita
bergerak. Pameran ini didedikasikan untuk kampung yang
terus bergerak.
Waktu : 11-14 Juli 2007, jam 09.00-20.00 BBWI,
Lokasi : Galeri Ledhok RT.35 Kricak
6. LAYAR TANCEP SIDOREJO (Film dan Foto Kampung)
Sambil nongkrong di jembatan, menikmati lalu lalangnya
kendaraan, akan semakin meriah dengan adanya layar
tancep di pinggir Sungai Winongo. Layar Tancep
Sidorejo, akan memutar film-film kampung dan slide
foto-foto kampung setiap malam, sambil belajar dari
kampung lain .
Waktu : 11-13 Juli 2007, jam 19.30-21.30 (setiap hari)
Lokasi : Pinggir Kali Winongo (sebelah Balai Warga 4
Sidomulyo)
7. PUSTAKA TIBAN
Sebuah perpustakaan tiban yang menggelar berbagai
kegiatan: ada pentas dari komunitas baca Maozklep, ada
dolanan bocah, ada dongeng, ada permainan dan
lomba-lomba, serta kegiatan baca oleh anak-anak dan
anak muda kampung. Jangan lupa, bawa limun dan makanan
kecil, semuanya asyik.....
Waktu : 11-14 Juli 2007, jam 13.00-17.00 (setiap
hari),
Lokasi : Halaman “SorSo” (Ngisor So) Kampung Sidomulyo
8. PENTAS TEATER (SE)KAMPUNG & FASHION SHOW AWUL-AWUL
Drama berbahasa Jawa dari TEATER ORAK-ARIK, bahasa ibu
bumi orang kampung, bercerita tentang kepedihan warga
yang mulai meninggalkan kebiasaan untuk menghargai
alam. Hal ini dilakukan karena himpitan ekonomi,
karena diantara mereka ada yang rela “menjual” tanah
tumpah darahnya…. Segala keributan kampung dapat
diredakan dengan kearifan lokal…. Sifat waris dari
orang tua yang masih banyak dipegang warganya.
Pentas ini dimeriahkan dengan acara fashion show
pakaian modifikasi awul-awul menjadi gaun malam yang
aduhai, hasil kreasi teman-teman waria kampung.
Waktu : Sabtu, 14 Juli 2007, jam 19.15 BBWI – selesai,
Lokasi : Lapangan Mbak Mur, Sidomulyo