south-east's posts with tag: ekspedisi patuha

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ekspedisi patuha
ddd
dThumbnaild
ddd
Patuhawatee, itulah nama perkebunan teh yang terletak di Gunung Patuha. Patuhawatee dipimpin oleh direksi yang berkedudukan di kantor pusat, namun di lapangan, dipimpin oleh seorang mandor besar. Mandor besar membawahi beberapa orang mandor, yaitu mandor tanam, mandor petik, mandor semprot, dan mandor pemangkasan.

Tanaman teh biasanya mulai dipetik setelah setinggi pinggang orang dewasa. Setelah 3 bulan setelah dipetik, baru daun teh dipetik kembali. Setiap 3 tahun sekali, pohon teh dipangkas untuk menjaga kualitas daun teh tersebut. Setelah dipangkas, pohon teh disemprot dengan obat agar tidak terkena penyakit tanaman.

Untuk pemetikan pertama kali, biasanya dilakukan upacara syukur, dan pemetiknya harus seluruhnya perempuan. Dipilih perempuan karena dalam pemetikan ini diperlukan ketelitian dan pengukuran yang tepat, yang boleh dipetik adalah 15 cm dari pucuk daun teh. Sedangkan pemetik laki-laki memetik daun teh dalam pemetikan yang ke 2 dan seterusnya.

Kebanyakan, para pemetik teh tinggal di kampung-kampung yang terletak di tengah-tengah perkebunan teh. Dalam satu kampung, kurang lebih terdiri dari 40 sampai 50 keluarga. Aktifitas pemetikan teh sendiri dimulai mulai pukul 7 pagi hingga pukul 2 siang dan waktu istirahat pukul 10.30 siang. Hasil pemetikannya diambil oleh truk dari pusat perkebunan 2 kali 1 hari. Sebelum diangkat ke dalam truk, hasil pemetikan per orang ditimbang dan dicatat oleh petugas. Biasanya, dalam sekali penimbangan mereka mendapatkan 30-50 kg daun teh. Para pemetik teh menerima upah berdasar hasil yang mereka petik dan biasanya diberikan pada akhir minggu.

Selama para orang dewasa pergi memetik teh, anak-anak bersekolah di pusat perkebunan yang letaknya kurang lebih 6 km dari perkampungan. Sedangkan bagi anak-anak yang belum bersekolah, disediakan sebuah tempat penitipan yang dijadikan satu bersama masjid. Aktifitas anak-anak selain bersekolah, mereka bermain bersama di tempat lapang, dan tidak membedakan antara laki-laki dengan perempuan.

foto : Atmajaya Photography Club (adit/andi/anto/adi/jonges/pipin/widhi)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help