south-east's posts with tag: ekspedisi dieng

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag ekspedisi dieng
ddd
dThumbnaild
ddd
Kawah Ijen merupakan salah satu objek wisata di Indonesia yang sangat diminati turis domestik maupun mancanegara karena keunikan yang dimilikinya, yakni air kawahnya yang berwarna hijau toska. Di samping hal tersebut, ada hal lain yang tidak kalah menariknya, yakni para penambang yang mencari nafkah di sana. Kawah Ijen merupakan salah satu penambangan belerang alami yang ada di Indonesia.
Kegiatan penambang belerang bermula dari kawah, dari pagi sekitar pukul 4 pagi mereka berangkat menuju kawah, perjalanan memakan waktu kira-kira 1-2 jam untuk menuju kawah. Di kawah ini, mereka mulai menambang belerang ditemani kepulan asap yang menyesakkan dada dan membuat mata perih.
Setelah mengisi penuh bakul mereka dengan belerang dengan berat sekitar 70-80 kg, mereka mulai berjalan mendaki lereng kawah yang terjal dan berbatu, menuju tempat penimbangan pertama yang disebut pos bundar.
Jarak dari kawah hingga atas sejauh 1 km yang terkadang membuat mereka beristirahat sejenak melepas lelah, dengan sebatang rokok yang setia menemani. Kemudian setelah tenaga kembali berkumpul, mereka harus berjalan kembali, menyusuri jalan setapak menuju pos bundar. Di sana mereka menimbang belerang, dan kembali memikul mata pencahariannya, kembali berjalan menyusuri jalan setapak, melewati hutan, dengan sedikit berlari kecil untuk menyeimbangkan pikulan mereka. Mereka berjalan menuju tempat penimbangan terakhir sejauh kurang lebih 2 km. Di tempat penimbangan akhir ini, belerang dihancurakan terlebih dahulu, lalu ditimbang kembali oleh petugas yang kemudian diangkut dengan truk.
Dan aktivitas mereka tersebut berulang terus setiap harinya...
foto : Atmajaya Photography Club (deny/lita/rani/yudo/)

ddd
dThumbnaild
ddd
Menceritakan dataran tinggi Dieng yang terletak di antara Kabupaten Wonosobo dan Purbalingga, seperti menceritakan sebuah tempat di negeri dongeng yang hanya ada dalam buku cerita anak. Sebuah negeri di atas awan yang sarat dengan keindahan alam, mitos, serta legenda yang masih di yakini oleh masyarakat setempat. Pemandangan Dieng terdiri dari pegunungan, hutan – hutan, plato pertanian, serta perbukitan, ditambah wilayah pemukiman, dan sisanya adalah lahan pertanian sayuran yang mampu memenuhi kebutuhan sayuran untuk seluruh Jateng, sebagian wilayah Jabar dan Jatim.
Ketika pagi hari, warga hilir mudik mengenakan sepatu boot serta membawa peralatan pertanian untuk berangkat ke ladang. Terdapat bau khas di sana, dari pupuk organik, dari kotoran ayam.
Lokasi wisata yang ditawarkan antara lain telaga Panca Warna, telaga Bale Kambang, kawah Sikidang, kawah Candradimuka, dan beberapa situs peninggalan Hindu tertua yaitu Candi Pendawa Lima, Candi Gathotkaca, dan Candi Dwarawati. Candi Dieng bagi orang Hindu Bali adalah tempat ziarah seperti layaknya orang muslim yang pergi naik Haji.
Hal menarik lain di dataran tinggi Dieng adalah si gembel atau yang dikenal dengan istilah anak Bajang. Anak yang diyakini masyarakat setempat sebagai titisan dari Kyai Kala Dete. Seorang pertapa sakti yang menjadi legenda pada masyarakat Dieng. Diyakini masyarakat Dieng Kyai Kala Dete adalah pelindung bagi masyarakat Dieng. Upacara pemotongan rambut masal yang memerlukan ritual khusus juga hal menarik yang oleh pemda setempat sudah menjadi agenda kegiatan tahunan.
foto : Atmajaya Photography Club (jakson/dian/ongky)

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help