south-east's posts with tag: demi tuhan
Demi Tuhan memberantas korupsi itu gampang sekali!
(Komentar itu saya tulis karena melihat begitu banyaknya orang yang frustasi menghadapi penyakit kronis korupsi)
Demi Tuhan menyelesaikan korupsi itu gampang sekali!
„Hoffnung stirbt zuletzt" ---Terjemahan ngawurnya kira-kira: „Harapan (hope) harus yang paling terakhir mati". Harapan baru kita ijinkan boleh mati setelah nyawa kita telah meninggalkan badan!, ---itu prinsip bangsa Jerman.
Banyak yang mengatakan bahwa memberantas korupsi di negara kita itu sulit. Butuh berganti beberapa generasi dulu baru berhasil. Sayangnya saya tidak percaya statement itu. Memberantas korupsi itu mudah, bahkan teramat mudah. Jadi sampeyan semua ndak perlu putus harapan :)
Saya kasih ilustrasi gampang… Andai saja saya jadi Presiden Negara Kesatuan Republik Ngawur (NKRN) di negeri antah berantah. Dimana korupsi membudaya mirip, persis, identik dengan praktek korupsi di Indonesia. Saya jamin dalam tempo 2 tahun saja korupsi sudah bisa diberantas dengan mudah, ndak perlu tunggu masa jabatan habis bahkan ndak perlu 2 periode segala seperti maunya SBY =))
Ini Program kerjanya: Hari 1: Pagi dilantik, sore angkat Menteri UU dan suruh langsung merumuskan UU hukuman mati buat koruptor dan langsung diajukan ke DPR.
Hari 2: Beli 1 peti mati khusus untuk saya jika selama 2 tahun memerintah terlibat korupsi.
Hari 3: Bersama Jakgung yang baru dilantik, ke Gedung Bundar, kasih woro-woro. Saudara-2 Jaksa semua terima kasih untuk dedikasi anda. Mulai hari ini bagi anda (seluruh jaksa di NKRN) yang telah berumur 35 tahun tanpa terkecuali saya pensiunkan dan saya beri pesangon layak untuk masa depan anda.
(Paling banter kalau korps kejaksaan mogok dan memboikot kebijakan saya maka kasus-2 hukum di meja pengadilan terhenti 1-3 bulan. Ndak masalah. Ndak akan ganggu perut rakyat NKRN. Meskipun seluruh pegawai kejaksaan mogok, emangnya guwe pikirin, toh perekonomian tetap jalan. Gitu aja kok repot!)
Hari 4: „Jika tidak ingin mendapat buah busuk di keranjang maka petik buah langsung dari pohonnya". Umumkan penerimaan Jaksa baru yang masih muda, fresh dan belum tercemari tangan kotor mafia peradilan untuk bergabung menjadi Jaksa-2 muda ala „Judge Bao".
Hari 5: Akhir pekan, bercinta dengan istri di rumah. Edan apa gara-2 ngurusin korupsi jadi lupa kasih nafkah bathin istri cantik saya di rumah =))
Satu bulan setelah dilantik, seluruh proses rekruitmen Jaksa baru se-NKRN selesai. UU Hukuman Mati buat Koruptor juga telah disetujui.
Cara yang sama mulai dilakukan juga pada seluruh hakim dengan „memaksa" ketua MA melakukan hal serupa. Jadi, ndak cuma Jaksa, Hakimnya juga harus ala „Judge Bao".
-1 H dari 3 bulan setelah dilantik, sudah ada tanah kosong ber-hektar-2 tersedia dipinggiran kota Jakarta dan kota-2 besar lainnya.
Persis 3 bulan setelah dilantik setelah semua persiapan dimatangkan maka di depan para Jaksa dan Hakim ala Judge Bao saya woro-woro: "Saudara-saudara Jaksa dan Hakim muda idialis, demi wanita yang telah melahirkan anda ke dunia maka saya minta tolong agar tanah-tanah kosong itu dalam tempo 2 tahun kurang 3 bulan harus sudah dipenuhi oleh bangkai para koruptor.
Persis 2 tahun setelah saya dilantik, saat tanah-2 kosong itu sudah dipenuhi oleh bangkai para koruptor maka saya memutuskan untuk mengundurkan diri. Biar wakil saya yang melanjutkan pemerintahan dengan koruptor yang telah jauh berkurang secara drastis.
Jadi, gampang sekalikan membebaskan suatu bangsa dari penyakit korupsi, bahkan teramat gampang?!
Moral pointnya: Jangan percaya dengan kata SBY atau Megawati atau Wiranto atau mungkin Sutiyoso bahwa korupsi itu sulit diberantas. Pembohong besar mereka itu. Darah mereka aja yang telah mengalir darah Zombi makanya mereka ndak sanggup memberantas korupsi dengan cepat.
Jadi, jangan pilih mereka untuk jadi pemimpin. Jika Zombi yang memimpin kita maka suatu ketika kita akan tertular menjadi Zombi berikutnya. Saatnya memilih pemimpin yang muda, segar dan darahnya belum tercemar sel-2 Zombi…
Atau memang anda semua ingin menjadi Zombi? =))
Salam, Dari tepian lembah Sungai Elbe…
Ferizal Ramli <framliz@yahoo.com>
| |
|