south-east's posts with tag: capres baru

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag capres baru
http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/10/04/brk,20071004-109053,id.htm\
l
Kamis, 04 Oktober 2007 | 20:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Eksekutif Lingkaran Survei
Indonesia (LSI) Denny JA menuturkan tingkat kepuasan rakyat terhadap
Susilo Bambang Yudoyono (SBY) menurun hingga 30 persen. Hal itu, kata
dia, jauh berbeda dengan tingkat kepuasan pada tahun November 2004
yang mencapai 80 persen. "Fantastis dalam waktu hanya tiga tahun
merosot hingga 45 persen. Dampaknya akan menguntungkan calon presiden
baru," kata Denny saat dihubungi Kamis (4/10).

Hal itu, kata dia, terbukti dengan deklarasi oleh beberapa calon
presiden baru mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat.
Beberapa waktu lalu, Sutiyoso telah mendeklarasikan diri akan maju
dalam pilpres 2009. "Mainset masyarakat kini telah berubah terhadap
SBY. SBY dinilai gagal," kata dia.

Dia menuturkan beberapa faktor ketidakpuasan rakyat yaitu Bidang
ekonomi, pengangguran dan kemiskinan masih tinggi, dan Bidang hukum
penyelesaian kasus korupsi masih dinilai tebang pilih. "Selain itu
publik menilai SBY tidak bisa menyelesaikan masalah bangsa ini dan
harapan terhadap SBY tidak bisa terealiasasi seluruhnya," kata dia.

Sehingga, kata dia, ada kecenderungan dari rakyat untuk mencari
pemimpin baru yang dinilai akan lebih baik dibanding SBY. LSI, kata
dia, mengkatagorikan ada dua macam pemimpin baru yaitu Alumni Pilpres
tahun 2004 dan Pendatang Baru. Alumni pilpres itu adalah Ketua Umum
PDIP Megawati, Mantan Panglima TNI Wiranto,dan Wakil Presiden Jusuf
Kalla. Sedangkan pendatang baru, LSi mencatat ada dua kandidat yang
kuat yaitu Sultan Hamengkubuwono dan Sutiyoso.

Terkait dengan kemungkinan yang menjadi calon terkuat, Denny
menyatakan tergantung dari pandangan masyarakat terhadap para
kandidat. Menurut dia, rakyat akan cenderung memilih figur yang tegas,
strong dan berbeda dengan karakter SBY. "Publik tentu akan memilih
karakter yang kontras dari SBY," kata dia.

Hal yang sama, tambah dia, terjadi saat SBY dipilih dan mengalahkan
Megawati. "Saat itu megawati kan dinilai pendiam dan SBY merupakan
sosok yang lebih tepat dipilih menjadi presiden," jelasnya. Calon kuat
itu, lanjut dia, adalah Wiranto, Jusuf Kalla dan Sutiyoso. "Mereka
memiliki karakter yang berbeda," kata dia. Eko Ari Wibowo


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help