bos, saya minta tolong bisa ? bisa saja, asal sesuai dgn kemampuanku yg terbatas kau taulah, beberapa bulan aku merritnapa ? pengen pesta bujangan kah ? hahahahaa*u ! itu perlu, tapi gak penting. ada yang jauh lebih penting bos.ngopo je ? kok tumben kowe serius tenan ?begini...aku minta dirimu membuatkan sajak buat perkawinan kami.sajak opo ?ya pokoknya ttg kamilah. welah...permintaanmu sederhana, tapi uanggeeeelllayolah bos, dirimu kan penyair ?penyair gundulmu !hahahahahaha*klontang ! sepasang gelas aluminium bertatap, berisi bir penuh. satu di tanganku, satu di tangan dia. sekejab bir mengalir dalam kerongkongan, dingin dan berbusa* oke oke, aku bisa. tapi jangan sebut diriku penyair. aku bukan penyair. aku tukang. okeh bos...aku tunggu ya.ladalah...dalam rangka ini kowe ngajak aku bir ???? disogok bir kiiiihahahahaha anda pintar bos :)tapi ada syaratnya...apa ?
kau harus tuliskan sajak itu pada undangan, cantumkan nama pembuatnya dan bacakan setelah pemberkatan ya, di depan istrimu & undangan yg datang. kamu sendiri. biar mereka jadi saksi atas cinta&komitmen kalian. ini serius & harus. Siaaappppppp !!!!Sayangnya, enam bulan ini bukan waktu tepat untuk bersajak cinta. tapi demi seorang sahabat seperminuman yg saya hormati, saya putuskan untuk mencari ilham dimana-mana. berlembar sajak saya baca, fotokopian lusuh, kertas bekas sego kucing, coretan graffiti remaja iseng, halaman internet, dokumentasi pembacaan puisi, lagu, buku, koran, ngobrol ngalor ngidul jadi santapan mata sehari-hari. saya membaca, menganalisa dan mengkuratori. lalu tutup mata, biarkan instink bicara hahahahahaha dan ini hasilnya... mbak Astri silahkan pake buat 2009  , tp INGAT...ini cm copy-paste aja dr sumber anonim loh mbak hahaha saya menemukan saja ini tak sengaja pada lembar undangan manten kawan, Dewi & Oppie. judulnya saya tidak tahu, juga gak ada keterangan siapa penyairnya, hanya nama saja. saya berusaha mencari tahu, tp yg empunya undangan pun kagak tau. Kami cuma turis dengan karcis pulang-pergi. Singgah sekejab di kedai riuh bernama dunia. Duduk, minum dan bergurau di bawah cuaca, menunggu siklus petang tiba-yang mengantar balik-ke asalnya semula
Kelana-kelana asing akan bersapaan di sini, membincangkan arah angin, juga tentang bayang-bayang yang jatuh pada rumput memanjang ke timur selepas tengah hari. Angin mempertemukan kami.
Bayang-bayang kami merapat. Bayang-bayang kami berbincang tentang warna langit.
Nun di barat, horison menyimpan rencana lukisannya. Hanya Ia-Maha Raya-yang tahu pasti komposisi apa yang akan cahaya perbuat pada sebentang ruang senyap antara mata kami dan matahari. Barangkali nanti jingga akan teracak rata pada latar magenta, dan tirai violet bertebar tipis atas kelabu, seperti memar fajar lalu. Kami memang cuma pandai menerka-nerka.
Namun, apapun yang menjelang, kami telah membukukan janji untuk tak menunggu ujung senja itu dalam sendiri. Kami berbagi anggur dan roti. Menghadapi meja yang sama. Saling tergenggam pada jemari dan mulai mengeja kedamaian-kedamaian sederhana. Perlahan, seperti alir sungai-sungai yang setia.
Pada kedai penantian yang manis ini kami percaya, nama kami berdua telah dicantumkan-Nya dalam garis tangan kami sejak jauh sebelum langit diciptakan
(Suffianto R.Wijaya)
foto : http://wvs.topleftpixel.com/photos/2006/02/london_train_station_old-couple_red-box.jpg
 kemarin ada kontes2 kecil dr sebuah web photojournalism, ACTIVATE, via FLICKR. Activate semacam portal berita yg menghimpun isu2 berita dr dunia yg lg hangat, jargonnya News is personal. We think It Always was, jadi ingat Mbak Novi, Political is Personal Flickr ialah semacam blog, fokusnya menampilkan foto, blog ini adalah blog foto terbesar di dunia maya, milik Yahoo! kebetulan foto saya bergenre yg sama&ikut groups sana. iseng2 saya ikut. saya paling suka lomba foto kirim pake email, pake file lowres, murahhhhhhhhhhhh&praktis ladalah mak mbenduduk dapet juara ke-2 (saya benernya masih bingung dgn kriteria foto itu layak juara / ndak, tp yo wislah, saya nanya ama kuratornya tp gak direken), HAH hadiahe itu bos.... account PRO FLICKR & majalah NEW YORKER selama setahun hahahaha akhire mengidam2kan New Yorker dr sma, kesampaian baca juga, gretongan lg bowwww bs diliat : http://www.activate.us/contest/
ada yg tahu lokasi & kontak hotel bacpacker murah & murah banget di seputaran Ubud ? terima kasih
 Kubaca tarian langit dalam tidurmu Di antara gerakan awan dan sisa cahaya Yang mengukir tubuh sebuah kota Di mana musik-musik menjalin waktu Mengalun bersama deru angin dan kalbu Kerusuhan di nafasmu menerbangkan asap kekalahan Bagi orang-orang yang patuh pada ribuan matahari Sedang kita yang bermimpi hanya menggarisi kata-kata Di antara lidah yang memanjang dalam keredupan Dalam pepatah-pepatah iklan dan boneka-boneka Kaset-kaset bajakan serta model-model kepalsuan Hingga kita pun tumbuh sebagai pembenci rasa lapar Dan segala hal membusuk di bibirmu yang nakal Sungguh sulit kita mencari jawaban Mencoba berlari ke diskotik dan pangkalan narkotik Mencari teman tertawa sebelum dirantai penguasa Sebelum matamu terbuka memandang lautan peristiwa Di pinggir jalan di mana tempat lengan dan kakiku Kau tinggalkan 1998, Nina Minareli foto diambil dari http://grafisosial.wordpress.com/2008/04/04/59x-aksi-diam-kamisan/
 --kepada seseorang yang mengingatkan saya akan Iramani, yang dibunuh di tahun 1965 Saya menemukanmu, tersenyum, acuh tak acuh di sisi Benteng Vriedenburg Siapa namamu, kataku, dan kau bilang: Kenapa kau tanyakan itu. Malam mulai diabaikan waktu. Di luar, trotoar tertinggal. Deret gedung bergadang dan lampu tugur sepanjang malam seperti jaga untuk seorang baginda yang sebentar lagi akan mati. Mataram, katamu, Mataram... Ingatan-ingatan pun bepercikan --sekilas terang kemudian hilang-- seakan pijar di kedai tukang las. Saya coba pertautkan kembali potongan-potongan waktu yang terputus dari landas. Tapi tak ada yang akan bisa diterangkan, rasanya Di atas bintang-bintang mabuk oleh belerang, kepundan seperti sebuah radang, dan bulan dihirup hilang kembali oleh Merapi Trauma, kau bilang (mungkin juga, "trakhoma?") membutakan kita Dan esok los-los pasar akan menyebarkan lagi warna permainan kanak dari kayu: boneka-boneka pengantin merah-kuning dan rumah-rumah harapan dalam lilin. Siapa namamu, tanyaku. Aku tak punya ingatan untuk itu, sahutmu. Goenawan Mohammad, 1997
foto diambil : http://jalanbareng.sistasista.net/2006/11/18/malioboro-di-yogyakarta/
ada temen dr jakarta yg ngunduh mantu di yogya. berhubung gak sempet bolak-balik ngurus weddingnya, maka dia meminta info ttg EO yg ngurusin resepsi itu. adakah temen2 yg punya kontak ke EO nya ?
makasih :)
 Hanya dua kata Yang selalu bersahutan Ketika para londo giring bola malam-malam a*u dan ba*ingan Mari Mari Kita bertaruh pada Klose dan kawan-kawan gambar diambil dari : www.justinsimoni.com/ words_are_sweet.html
ada teman2 MP yg pernah ke Halimun ? saya mau nanya transport beserta biaya ke sana, jd bisa ngitung2 lg sangunya paska naiknya BBM ini. kata beberapa temen, yg paling mahal itu transport utk naik dr terminal terakhir ke Halimun, berkisar 500ribu bowwwww. maklum backpacker nih, pengen keliling Indonesia tp budget minim hehehe makasih infonya :)
 SPANYOOLL SPANYOOOLLLLL poko'e SPANYOLLLLLLL
 Aku buka lembaran lama, aku temukan syair dari para bijak : “Dan agama, apakah agama ? Pertanyaan itu bergaung dalam sanubari saya Suka menggelitik dan merongrong jiwa pula Bikin kusut pikiran, kemelut perasaan Sembab mata dan boyak telinga Bila dialamatkan ke dalam Tapi bila dialamatkan keluar : Orang bertentangan tak ada habisnya …” kutipan dari "Pengakuan Pariyem" terbitan 28 tahun lalu. http://bintangtenggara.multiply.com/reviews/item/4
Rasanya jelas, Linus sudah berteriak-teriak di padang pasir, tapi kita masa bodoh ! foto diambil dari : http://www.noorimages.com/index.php?id=332
 mengembara berabad lampau lintasi jaman dan pegunungan lalu terpaku pada penggalan fragmen, ada kamu disana terduduk, menunggu hanya sekali berucap : -aku cinta kamu- akhir dari kembara sendiri, lalu kembali kerja
 | SAJAK | Jun 1, '08 8:25 AM for everyone |
 Apakah arti sajak ini Kalau anak semalam batuk-batuk, bau vicks dan kayuputih melekat di kelambu. Kalau istri terus mengeluh tentang kurang tidur, tentang gajiku yang tekor buat bayar dokter, bujang dan makan sehari. Kalau terbayang pantalon sudah sebulan sobek tak terjahit. Apakah arti sajak ini Kalau saban malam aku lama terbangun: hidup ini makin mengikat dan mengurung. Apakah arti sajak ini: Piaraan anggerek tricolor di rumah atau pelarian kecut ke hari akhir? Ah, sajak ini, mengingatkan aku kepada langit dan mega. Sajak ini mengingatkan kepada kisah dan keabadian. Sajak ini melupakan aku kepada pisau dan tali. Sajak ini melupakan kepada bunuh diri. Subagyo Sastrowardoyo
guk guk guuk guukk guuuuuuuuk guk guk (itu Lapindo kita subsidi saja)
gukkk guk guk guuukkk guk guk guuuukkkk (itu subsidi BBM kita pangkas saja)
gukk gukguk guuukkkk guk gukkkkk gukguk (itu pemuda yg protes disapu saja)
guukkk gukkkk, guk gukguk gukkkguk (sstttt, itu BLBI jangan blang siapa2)
guukkkkkk gukkkkkkguk gukguk guuukkk (itu Munir jangan jadi urusan kita)
gukk gukguk guuukkkkkk ! (bersama kita bisa!)
malam cinta... ini lg maem dirumah,sambil liat kabar buruk ditipi naiknya BBM
Andai Chairil bangkit malam ini Aku percaya dia akan menggonggong untuk bersajak Sebab istana sudah penuh dengan anjing-anjing gemuk bernanah !
njuk ngopo ? (nape pula ?) itu tanya seorang kawan menyaksikan sebuah perhelatan (konon) ratusan juta rupiah yang disiarkan 20 Mei 2008 malam, diseluruh stasiun tivi milik swasta dan pemerintah. Kawan penggemar sinetron itu pun bersungut2 karena jatah sinetronnya digantikan oleh 'stupid television show since pelem G 30S/PKI' wahahahaha
kenapa gak suka - tanyaku itu tipuan - katanya apa bedanya ma sinetron, juga nipu - sergahku jelas beda dong, sinetron tak menjanjikan apa2 - jawabnya tangkas lantas dia ? - selidikku janjiakan BBM naik tanggal 23 Mei nanti ^%%(&%^&%^$%$%$ tittttttttttt - serapahnya lah berarti dia nepati janji dong - jawabku tetep aja nipu - sangghanya kok bisa - tanyaku lah habis pesta lenggak-lenggok dengerin lagu perjuangan membosankan ma nonton kambang api, eh tahu2 besok ditonjok ma BBM naik - geramnya
negara macam tahi sapi !!!!! - lanjutnya emang pernah makan tahi - lontarku besoklah bang, klo tempe juga dah kuat beli aku makan tahi !!!!! - katanya ngakak, pilu
habis aku makan tahi, akan kujauhkan diriku dari lagu2 perjuangan karena malam 20 Mei 2008 ini - janjinya
yang makin keblinger sapa sih....dia atau kawanku ????
Paska dibukanya blog MP, makin ramai aja, terutama pas hari Senin. Pasti ada aja oleh2 cerita weekend yg masuk ke sini. kalu mau piknik ke kota anu..cari aja info kota anunya di MP, pasti banyak kisah2 ttg kota anu. begitoh....:) oh ya, beberapa temen kemarin nanya ttg wisata kuliner di Surabaya, padahal saya dah 15 tahun tak menjamah kota itu. Gampang, tinggal cari aja infonya di MP hehehe
Tuesday, November 28, 2006 Seni Rupa Rumah Kontrakan : Ruang Pamer Alternatif
Pameran Ruang per Ruang Don’t Try This at Home 3 Mei-3 Juni 2002 Desa Soboman, Ngestisharjo Yogyakarta
Oleh: A.Sudjud Dartanto
Sejumlah perupa muda memunculkan gagasan alternatif dalam merespon tempat tinggal sendiri sebagai ruang pamer. Ia tidak lagi berada pada ‘ruang sakral’ galeri atau meseum. Karya-karya mereka justru berada di tengah kampung Soboman, Ngetisharjo Kasihan Bantul.
Desa Nitripayan dan dusun-dusun sekitarnya nampaknya kerap di kenal sebagai desa seniman. Perupa-perupa muda antara lain memilih daerah ini untuk aktivitas berkarya, sebuah desa dengan suasana yang ‘ndeso’, ada sawah, ladang dan lengkap dengan lika-liku jalan-jalan kecilnya. Pameran yang berlangsung di rumah kontrakan tiga perupa muda : Narpati Awangga (Jakarta), I Made Aswino Aji (Bali) dan Georgia Sedwick (Australia) menjadi bukti hidupnya atmosfir kesenian di Soboman. Pembukaan pamerannya berlangsung menarik, jalanan yang biasanya senyap, tiba-tiba malam itu, tamu, rekan dan penduduk sekitar berdatangan menyusuri ruang per ruang di rumah kontrakan itu, sulit membedakan apakah itu rumah kontrakan atau ruang pamer lagi.
Dari karya-karya yang dipamerkan, umumnya merekaj mempraktekkan karya seni rupa dengan kecenderungan mixmedia, multimedia dan lintas genre (fotografi, lukisan, drawing, grafis, video art, seni komputer, seni bunyi). Jelasnya, pameran ini memang bertujuan apresiasi. Tidak ada penunggu tamu, kalau beruntung kita akan disambut “tuan rumah”nya yang siap menjamu, seperti kebiasan tuan rumah menerima tamu. Pameran langka ini diikuti 13 perupa muda yang sebagian besar dari seni rupa ISI, perupa dari UGM dan Australia. Rutenya memang mengikuti konstruksi ruang sebuah rumah, bermula dari pagar tanaman dan bambu, ada dua lampion dari pembungkus ternak babi di teras depan rumah, karya ini milik I Made Aswino Aji berjudul “Sebuah Awal 1” (mixmedia, 2002) , menarik bila diamati malam hari, sebuah efek lampu didalamnya memancarkan siluet cetak bocah-bocah kecil tetangganya. Karya ini berhasil memancing respon dari bocah-bocah tetangga yang senang fotonya dipajang.
Aji sepertinya mengeksplorasi wadah Babi, kaleng-kaleng di ruang tengah dengan potret anak kecil, kita bisa mengembangkan makna dari karya Aji ini. Sementara tembok teras depan, tak urung dilalap oleh corat-coret (drawing) dari para pengunjung, disitu ada tulisan “Write Your Comments and Impressions Bellow”, pengunjung bisa dengan bebas mencorat-coret pesan dan kesan. Memasuki ruang tengah, terlihat rak buku, meja, kursi dan atribut rumah lainnya. Sekilas kita sulit membedakan mana karya seni dan bukan, untungnya kita ditolong oleh caption karya sebagai penanda karya seninya, seperti karya milik Georgia, dalam “Dibuang Sayang” (fotografi mix media,2002), berupa deretan foto diri dan foto rekan-rekannya dalam kaleng-kaleng. Sosok Angki dan dua rekannya dalam karya Georgia nampaknya menjadi terbelenggu di dalam botol-botol itu. Kalau kita mendongak tampak lembaran dilangit-langit ruang tamu, sebuah bentangan plastik dengan drawing naïf milik Narpati Awangga berjudul “Days Enemy 1”(mixmedia,2002). Angga, begitu ia dipanggil memang dikenal, perupa yang mengeksplorasi bahasa permainan, bila dihubungkan dengan judul karyanya, karya ini seperti sebuah seri permainan.
Sementara pada temboknya tampak membujur vertikal karya Georgia berupa deretan vertikal foto-foto temannya dalam “Room to Move” (fotografi,2002). Karya ini dan juga karyanya di ruang tengah, menampilkan eksplorasi foto-foto, dari cara menyusunnya potret-potret yang ada nampak seperti wayang tapi dalam bentuk yang modern. Latar karyanya berwarna merah untuk membedakan tembok rumah yang dominan berwarna putih. Pada tembok yang berhadapan nampak pula karya Roni dalam “Ruang Tersembunyi “ (foto mixmedia,2002).
Eksplorasi bentuk terasa pada karyanya, permainan komposisi warna dan material yang digabung dengan foto. Diantara dua kursi tamu kita harus jeli karena diekat akuarium ada karya Rangga Purbaya yang mengeksplorasi subjek matter anjing bernama Dalbo, binatang kesayangan penghuni rumah berjudul “Lovely Rambo” (fotografi mix media,2002), karya berbentuk kolase foto. Berikutnya ada kamar yang berisi karya milik Arya Panjalu, berjudul “Accu” (mixmedia,2002), puluhan foto diri Arya terbingkai dan terhubung dengan aki diatas rak buku. Karya ini merautkan sebuah protret tegang, dan berhubungan dengan aki sebagai simbol energi.
Selanjutnya kita akan melewati ruang perantara tengah dan ruang belakang, tepat dibatas ruang ini, bunyi anjing segera menyalak atau bunyi-bunyi dijital lainnya, sebuah karya multimedia milik bunyi Arif Wicaksono (Ucok) “Play That Fungky Music” (Multimedia,2002) . Syarat agar berbunyi adalah sesorang harus menginjak sensor kaki dan memencet dua bidang segiempat di kiri kanannya. Siapa saja dapat merasakan interaksi dengan karya Ucok ini. Ruang berikutnya adalah ruang belakang, melihat atribut didalamnya menampakkan sebuah ruang makan dan kamar mandi. Dimeja makan kaca terlihat seperangkat komputer, sebuah karya Video Art milik F. Tejo Baskoro berjudul “Cuci Tangan Sebelum Makan”,(Multimedia,2002).
Sebuah tayangan video art berdurasi 3 jam 30 menit, yang merupakan ekolorasi Tedjo pada kegiatan orang membersihkan tangan, metafora ini punya asosiasi pada kecenderungan orang yang lepas tanggung jawab. Perhatikan juga sebuah lemari es yang bertuliskan teks-teks di ‘sekujur badan’ lemari es itu, sebuah karya seni konseptual milik Nuraini Juliastuti berjudul “Monggo Mampir, Bu” (Mixmedia,2002). Bila Anda kekamar mandi akan terlihat bak mandi yang tertempeli oleh foto-foto karya dari Angki Purbandono, berjudul “I’ll be Watching You”(Fotography, 2002), puluhan mata nampak melotot mengadap keatas.
Sementara bila kita berjalan ke halaman belakang akan nampak petak demi petak halaman yang dengan jeli dimanfaatkan sebagai tempat karya instalasi. Misalnya nampak botol-botol sofrdrink bekas dengan kitiran kertas yang diselipkan yang bila diterpa angin memutar, sebuah karya milik Samuel Indratma mengesankan adanya interaksi dengan alam terasa pada karya ini, kita kemudian teringat pada permainan anak kecil. Olahan instalasi sculptural nampak diletakkan diatas tanah berbentuk kurungan milik I Made Dalbo Suarimbawa dalam “Pencapaian” (mixmedia,2002). Karyanya juga tampak pada sekujur batang pohon nangka yang mencuatkan potongan tangan dan kaki milik I Made Dalbo Suarimbawa. Karya ini menarik, seolah terjadi personifikasi pohon yang mempunyai tangan, kaki dan wajah.
Setelah halaman, ada sebuah rumah yang melihat kondisinya nampaknya tak terurus dan tidak dihuni, rumah dengan material kayu, bambu ini mendapat respon dari I Bagus Wiradnyana,. Sebuah karya yang bergelantungan diatas kepala, berjudul “Hidup Mati/Mati Hidup”(mixmedia,2002). Bagus memanfaatkan serpong bekas dan dipasang figur anatomi manusia, bila tersentuh angin, karya ini mendenting. Ia juga membuat instalasi dibillik rumah bambu, nampak peci, pakaian putih dan celanan hitam dan terlihat ada bingkai yang menjuntaikan tangan dan kaki. Karya instalasi ini bernuansa magis, karena ada sentir di atas cowek.
Rumah kontrakan Soboman ini, seolah mencampur makna rumah sebagai ruang privat dengan ruang pamer (publik). Pengunjung dengan motivasi mengapresiasi dipersilahkan keluar masuk dalam ruang-ruang ini. Sebuah rumah kontrakan sebagai ruang pamer acapkali terjadi di daerah ini. Dulu dua perupa muda, Arya Panjalu dan Aris Manyul pernah juga menjadikan rumah kontrakannya sebagai ruang pamer di daerah Bugisan. Perupa senior, Hedi Haryanto bahkan pernah membungkus total rumah kontrakannya dengan dus-dus bekas (cardboard boxes) produk industri modern dalam Binal Experimental Art tahun 1992 pada karyanya berjudul “Terror product”. Patut mendapat sambutan, oleh karena motivasi penggagas ini berupaya untuk melakukan kontak komunikasi dengan masyarakat lebih dekat. Seni rupa rumah kontrakan bisa menjadi alternatif dari sempitnya peluang perupa untuk berpameran di galeri-galeri mainstream.Tema pameran “Don’t Try This At Home”, nampaknya justru kebalikan dari apa yang terjadi rumah kontrakan ini, judul ini seolah juga menantang siapa saja untuk melakukan hal serupa, berminat mencoba?
Yogyakarta, 20 Mei 2002
Tulisan ini pernah dipublikasikan dalam bahasa Inggris di Harian Umum Jakarta Post.
Tuesday, November 28, 2006 Bauhaus : Kala Pilar Seni Modern Membusung di Jerman
Oleh: A.Sudjud Dartanto
Mari bersama-sama kita bayangkan, pikirkan, dan ciptakan sebuah struktur masa depan baru yang meliputi bidang arsitektur, seni pahat, seni lukis, sebagai sebuah kesatuan. Suatu hari semua ini akan menjulang sampai ke langit melalui tangan berjuta-juta seniman. Ini menjadi keyakinan baru seperti sebuah kristal.
Walter Gropius
Lihatlah hutan gedung pencakar langit di Jakarta, atau kota metropolis lainnya. Sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah citra bentuk simetris dengan gaya industrial. Nyaris tanpa aksentuasi sehingga siapapun yang berharap menemukan ornamentasi bakal kecewa. Citra bentuk arsitektural ini sejalan dengan diktum Ludwig Mies Van Der Rohe dengan Less is More-nya (kurang adalah lebih) seolah menggilas ornamentasi yang dalam konsep Mies diubah menjadi bentuk abstrak dan geometric modern. Kelak ciri inilah yang menjadi gaya internasional (international style) arsitektur modern.
Mies adalah tokoh Bauhaus, sebuah sekolah seni berpengaruh di Jerman. Prinsip-prinsipnya menegaskan semangat kaum Bauhaus yang bercita-cita membuat perubahan baru dalam seni, desain dan arsitektur dengan menolak eklektisisme, sebuah era dimana seni intim dengan citra artistik lokal seperti gaya Victorian dan sebagainya. Selain Mies, juga ada Walter Gropius sebagai nama penting dan berpengaruh di Bauhaus. Tujuan Bauhaus adalah menyatukan semua kerja kreatif, menghimpun semua disiplin seni praktis (patung, lukis, kerajinan dan kriya) sebagai komponen yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu arsitektur.
Lahir dari rahim pasca perang dunia I
Ditengah kecamuk perang dunia pertama, saat pelbagai kepentingan berubah wujud menjadi tank, senapan, granat dan kemudian tangisan dan darah menjadi hasilnya, dengan mantap Walter Grapius, seorang Jerman, tergugah untuk ikut memperbaiki ekonomi negaranya yang luluh lantak akibat perang. Teknologi menjadi kata kunci penyelamatan. Maka dimulailah proyek besar sebuah integrasi antara teknologi industri dan seni. Gropius berkeinginan untuk membuat lembaga yang berfungsi sebagai "consulting art center for industry and the trades " (Bauhaus 1919-1928 p.12). Lewat Bauhaus, Gropius, sang pendiri Bauhaus, merasa perlu untuk mengintegrasikan antara seni lukis, patung, kriya dan disain sebagai elemen yang tujuan akhirnya adalah sebuah lanskap arsitektur yang utuh. Perhatikan arti Bauhaus, dari ‘Bauen’ yang bararti to build dan ‘hous’ yang berarti the house. Selain itu seni panggung, teater juga menjadi bagian dari proyek edukasi Bauhaus yang resmi didirikan tahun 1919 di Weimar.
Prinsip-prinsip Bauhaus : Walter dan Mies
Bauhaus adalah institusi yang menarik. Tidak hanya merupakan lembaga edukasi, namun sekaligus Bauhaus mempunyai prinsip yang ‘idelogis’ sifatnya. Misalnya, bahwa seni harus bertemu dengan keinginan masyarakat, tiadanya batasan antara seni murni (fine arts) dan seni terapan (applied arts). Secara eksplisit Bauhaus mengutarakan prinsip idelogisnya antara lain : menyelamatkan seni dari isolasi terhadap dirinya dan kemudian menemukan kembali dirinya (Whitford, p.11). Mengembangkan keahlian seni dan kriya (crafts) individual dan bekerjasama dengan mengkombinasikan semua keahlian, Kedua, membebaskan dan menaikkan status, kriya (crafts), kursi, lampu, teapot dan lainnya kepada level yang sama dengan lukisan, patung. Dan ketiga, mengatur kontak kepada pimpinan industri dan kriya (crafts) demi keuntungan mandiri dari ketergantungan dukungan pemerintah dengan cara menjual disain ke industri.
Menyebut Bauhaus, seperti sulit menyampingkan dua nama : Walter Gropius dan Ludwig Mies Van Der Rohe. Kedua orang ini cukup aktif meletakkan dasar-dasar penting prinsip-prinsip di Bauhaus dalam periode kepemimpinan Bauhaus yang berbeda . Misalnya, Walter Gropius (1883-1969), seorang yang pernah mandapat latihan profesional di Munich, mengembara di Spanyol dan di Italia ia bergabung dangan Studio Behrens. Jangkauan pemikiran Walter mencakup hampir semua benda fungsional dan ia ingin memajukan desain produk dengan jalan mengawinkan seni rupa dengan industri. Dibawah pimpinan Gropius, Bauhaus menjadi pusat pendidikan desain terpenting. Gropius membuat disain inovatif, yang membawa material dan metode konstruksi dari teknologi modern. Ia menggunakan teknologi sebagai basis juga menstransformasikan bangunan menjadi presisi dengan mengikuti kalkulasi matematis.
Kemudian Ludwig Mies Van Der Rohe (1886-1769) : baginya keindahan nampak dalam kesederhanaan. Pandangan estetisnya ini sering dikaitkan dengan estetika fungsionalis yang populer pada abad 20. Ia membuktikan pada rancangan bangunannya yaitu Seagram Building di New York, gedung bertingkat 38 yang memadukan logam dan kaca. Ia untuk beberapa waktu menggantikan kepemimpinan Walter Gropius d Bauhaus.
Sekolah seni Bauhaus
Bauhus pada awal berdirinya merupakan kombinasi dari Weimar Arts and Crafts School dan Weimar Art Academy. Siswa sekolah dilatih menjadi seniman dan empu kriya (master of craftman). Baginya seniman modern harus terbiasa dengan sains dan ekonomi, dan memulai menyatukan imajinasi kreatif dengan pengetahuan pertukangan kemudian mengembangkan suasana baru dalam desain fungsional (Bauhaus idem,p.13)
Kelas seni di Bauhauas memberikan pelajaran kriya (crafts), tipografi desain industri dan komersial , patung, lukisan, dan arsitektur. Pengajarnya antara lain pelukis abstrak Paul Klee (Swiss),Wassily Kandinsky (Rusia) dan pelukis yang juga desainer, Laszlo Moholy-Nagy (Hungaria), dan lain-lainnya. Tahun 1923 adalah pameran pertama karya siswa. Salah satu karya interior yang dipamerkan adalah kantor direktur Walter dan rumah tinggal eksperimental, The Haus Am Horn, yang dibangun oleh siswa Bauhaus.
Bauhaus pindah, Bauhaus ditutup Nazi
Pada 1925 Bauhaus pindah dari Weimar ke Desau. Di tempat baru ini dibuat bangunan pusat Bauhaus yang diarsiteki oleh Walter Gropius. Bangunan ini memiliki arti penting dalam sejarah arsitektur modern. karena bangunan ini dirancang lebih kompleks dan utuh. Jerman ibarat medan pertarungan ideologi yang tak berkesudahan saat itu, sebuah peristiwa penting terjadi. Saat Bauhaus tengah ‘masyuk’ dengan program dan hasilnya yang gemilang, kapak ‘Nazi-Hitler’ selain aktif menebas musuh ideloginya ternyata juga menebas Bauhaus, institusi yang ironinya berjasa membangkitkan ekonomi Jerman dan justru bertempat di Jerman. Dengan ditutupnya Bauhaus pada 1933 oleh Nazi, Gropius, Mies dan pemimpin fakultas lainnya di Bauhaus melarikan diri ke Amerika dan disana, Gropius mengajar di Universitas Havard. Justru akibat pelariannya ini, pengaruh Bauhaus, teori disain, arsitektur dan metode edukasi seninya seperti semakin bersemi di daratan Amerika dan kian menyebar di negara eropa lainnya.
1. Walter Gropius," Programme of the staatloches Bauhaus in Weimar" (1919), dalam Programmes and Manifestos on Twentieth-Century Architecture,ed. Ulrich Conrads, terj. Michael Bullock (London: Lund Humphries, 1970), Hal. 25.
Tulisan ini pernah diterbitkan di newsletter Surat YSC (Yayasan Seni Cemeti) Volume.12
ATMAJAYA PHOTOGRAPHY CLUB PRESENT :
WORKSHOP PHOTOGRAPHY BERSAMA DARWIS TRIADI TIPS & TRICK PREWEDDING PHOTOGRAPHY
Sabtu, 3 Mei 2008 Pukul 08.00 - 17.00 WIB Auditorium Kampus Thomas Aquinas Universitas Atma Jaya Yogyakarta Kontribusi peserta Rp 100.000,00 Pendaftaran on the spot / pada hari H Rp 125.000,00
Fasilitas : Sertifikat Lunch Lomba foto model on the spot Seminar Kit Coffee Break Doorproze Free Voucher Manfrotto dan Jinbei Model Prewedding 3 pasang
Contact Person : Andi - 0274.789.38.77 0813.283.447.40 Dian - 0817.464.340
Email : workshopapc@gmail.com
No. Rek. : a/c no. 0372692632 a.n Andi Kurniawan BCA KCU Yogyakarta
Tiket Box : 1. Atma Jaya Photography Club, Gedung PUSGIWA Lt. I Kampus Bonaventura Universitas Atma Jaya Yogyakarta Jl. Babarsari no. 43 Yogyakarta 55281 Kotak Pos 1086 2.Central Photo (Jl. Solo 50 Yk 0274-515396) 3.Herry Photo (Jl. KH. Ahmad Dahlan 145 Yk
Hadiah lomba juara 1 : 1 buah susan album senilai 700.000, uang pembinaan 500.000, piagam juara 2 : 1 buah susan album senilai 500.000, uang pembinaan 300.000, piagam juara 3 : 1 buah susan album senilai 300.000, uang pembinaan 200.000, piagam 2 juara harapan `: uang pembinaan senilai @ 150.000
| |